Objek Wisata Sejarah di Makassar dan Gowa

SIPAKAINGA.COM - Berwisata ke suatu tempat bersejarah boleh dikatakan memiliki tantangan dan magnet tersendiri bagi sebagian orang karena serasa terbawa suasana akan kejayaan, pengorbanan, perjuangan dan kehidupan di masa silam. Nah Makassar dan Sekitarnya merupakan salah satu kota atau tempat di Indonesia yang menyimpan berbagai objek wisata tempat-tempat peninggalan bersejarah



Oleh karena itu, bagi anda yang berkunjung ke Makassar entah itu sedang ada kunjungan kerja ataupun memang sedang menikmati libur di kota anging mammiri tidak lengkap rasanya jikalau tidak mempir ke tempat berikut ini?

1.  Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu terletak di muara sungai Je'ne Berang tepatnya di Jalan Daeng Tata, Dusun sapiria, Kel, Benteng Somba Opu, Kec. Barombong, Kab. Gowa,
Benteng Somba Opu adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun oleh Raja Gowa ke-9 Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' kallonna pada awal abad ke-16 dan disempurnakan oleh Raja Gowa ke-10 I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565).




Pada masanya tempat ini pernah menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan rempah-rempah dan komoditas lainnya yang diperjualbelikan untuk beberapa pedagang baik dari wilayah Nusantara, Asia, dan Eropa. Benteng ini sempat terendam oleh ombak pasang dan tertimbun dalam waktu yang sangat lama (disebebkan oleh sedimentasi delta sungai Je'ne Berang), dan pada tahun 1980-an ditemukan kembali melalui proses eskapasi. Pada tahun 1990 benteng ini telah direkontruksi sehingga terlihat lebih baik lagi.
Pada saat ini pun Benteng Somba Opu telah menjadi sebuah objek wisata bersejarah karena di dalamnya terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi-selatan. Dalam kawsan benteng ini terdapat museum Karaeng Pattingalloang yang berisi benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa yag umumnya ditemukan pada saat eskapasi.


2.  Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam)


Benteng Ujung Pandang atau lebih dikenal dengan Fort Rotterdam terletak di sebelah utara Pantai Losari, yaitu di Jalan Penghibur, masuk dalam wilayah kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam) merupakan salah satu benteng peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1549 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna.




Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 I Mangari Daeng Manrabia Sultan Alauddin Tuminanga Ri Gaukanna kontruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari pegunungan kars Maros.
Benteng ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke laut. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitupun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.




Sebagian besar benteng ini masih utuh meskipun sempat diambil alih oleh VOC karena kekalahan Kerajaan Gowa atas VOC (Perang Makassar) lewat Perjanjian Bungaya (Cappa Ri Bungaya) yang salah satu pasalnya menyerahkan benteng ini ke pihak VOC dan perkembangnnya tempat ini di jadikan tempat pemerintahan dan pusat penampungan rempah-rempah VOC dan Gubernur VOC C. Speelman merubah nama benteng ini yang sebelumnya Benteng Ujung Pandang/Pannyua menjadi Fort Rotterdam untuk mengenang tanah kelahirannya di Belanda yaitu Rotterdam.
Di Kompleks Benteng, kini terdapat Museum La Galigo yang menyimpan referensi mengenai sejarah Gowa dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan

3.  Kompleks Makam Raja-Raja Tallo



Sumber : Berbagai Referensi

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Objek Wisata Sejarah di Makassar dan Gowa"

Post a Comment